Langsung ke konten utama

Pendidikan dan Pengajaran


Pendidikan dan Pengajaran

Mendidik anak itu sama dengan mengancani/ menemani. Maksudnya apa? Menurut Bapak Moh. Aniq Khb, M. Hum berpendapat bahwa mendidik anak itu dengan menemani saat anak mengeksplor/ mengerjakan sesuatu, jadi membiarkan anak mencari tahu rasa penasarannya akan suatu hal namun setelah selesai anak disuruh untuk menceritakan pengalamannya misalnya saja jika sedang berlibur, anak melihat sebuah buku gambar, maka biarkan anak tersebut mencari tahu apa saja yang membuatnya penasaran dan kemudian jika sudah selesai dengarkan pengalaman apa saja yang sudah anak tersebut lakukan dalam mengatasi rasa penasarannya.
Pendidikan dan Pengajaran? Apakah ada persamaan? Apakah mempunyai makna yang berbeda? Menurut Ki Hajar Dewantara bahwa pendidikan adalah suatu upaya dan daya terus menerus untuk memajukan bertumbuhnya :
1. Budi Pekerti (karakter) bisa juga disebut dengan akhlak secara spiritualitas
2. Intelektual (pikiran) disebut juga intelektualitas
3. Soal Raga ( didalam tubuh).
Sedikit mereview tentang pengalaman Bapak Aniq, saat mengikuti forum dengan Bapak Zain selaku Dokter dan dalam acara forum pendalaman tersebut temanya tentang tulang punggung, cara pertama mencari materi tentang tulang punggung yang dilakukan adalah dengan browsing mengenai tulang punggung ternyata jumlahnya ada 33 ruas, kemudian mengaitkannya dengan kebiasaan saat berdzikir. Bahwa kebiasaan berdzikir tersebut jumlahnya sama dengan ruas tulang punggung yang kita miliki, yaitu membaca tasbih sebanyak 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 33 kali.kemudian cara yang kedua yaitu dengan melacak bahasa lainnya mengenai punggung yaitu zhohrun. Zhohrun itu artinya punggung. Ternyata dalam Al qur’an yang terdapat akhir huruf zhoh itu ada didalam ayat 3  surah Al-insyirah yang artinya yang memberatkan punggungmu yaitu terwakili oleh zhohrun (punggung). Nah, dari kesempatan mengisi forum tersebut ternyata terungkap bahwa teknik penyembuhan syaraf itu terletak pada area zhohrun (punggungnya).
Pendidikan dan Pengajaran itu sebenarnya mempunyai perbedaan makna dan selama ini kita sudah terjebak pada pengertian pendidikan yang tidak sebenarnya. Pengajaran merupakan bagian dari pendidikan. Pendidikan bahasa sederhananya adalah ilmu dan laku/ ada tuntunan, dalam bahasa lain Ki Hajar Dewantara menyatakan bahwa pendidikan itu adalah pengayoman bersifat ayom/mengayomi. Dalam bahasa lainnya misalanya dalam universitas umum fakultas pendidikan maka disebut ilmu pendidikan. Jika dalam universitas yang mengarah pada ilmu agama (misal UIN) disebut dengan ilmu tarbiyah. Ilmu tarbiyah itu berasal dari akar kata Robbun/ robba/ robbi yang berarti memelihara/ berfikir/ mencegah/ melestarikan atau juga mengayomi sama halnya dengan Q.S An-Nas ayat pertama yang bermakna berawal dari Robbun yang berarti diayomi terlebih dahulu, baru kepada malik (kepemilikan) terdapat pada ayat kedua dan baru kemudian kepada manusia terdapat pada ayat ketiga. Misalnya jika ada seorang mahasiswa yang mengkritik dosennya itu sebenarnya kembali kepada robbun atau pengayoman tidak pada kepemilikannya/ malik, malik disini diibaratkan dengan sifat mengkritisi mahasiswa kepada dosen. Bukan pula dilihat dari manusianya, disini diibaratkan dengan diberi konsekuensi atas kritikannya dengan langsung menanyai npm dan nama mahasiswa. Tetapi seharusnya dosen tersebut mereview pada ayat pertama yaitu robbun atau mengayomi bisa dengan cara mengajak makan bersama dan berdiskusi bertukar pikiran dan pendapat masing-masing sehingga akan tampak solusi/ titik temu diantara dua atau lebih pendapat (persepsi) yang berbeda. Dilanjutkan dengan ayat yang keempat yang bermakna terdapat was-was/ keraguan. Karena penyakit psikis di dalam Al-qur’an itu sebenarnya ada 2 masalah. Yang diawali dengan ragu-ragu bisa dipahami dalam Q.S Al Baqarah ayat kedua yang berarti sifat yang tidak mempunyai keraguan hanya milik Allah dan kitab (Alqur’an) juga tidak dapat diragukan dan digunakan sebagai petunjuk sedangkan manusia itu sifatnya ragu-ragu. Diakhiri juga dengan ragu-ragu bisa dipahami dengan Q.S An-Nas yaitu kembali pada Robbun (ayat pertama itu sendiri) yaitu untuk mengatasi keraguan tersebut perlu adanya tuntunan atau pengayoman (robbun) yang juga bisa disebut dengan pendidikan.
Sedangkan pengajaran adalah caranya memberi ilmu/ pengetahuan tentang tuntunan. Pendidikan itu tuntunannya atau ruang lebih luasnya kalau pengajaran itu cara tuntunannya. Misalnya saja pengajaran itu dapat berupa pembelajarannya, perangkat pembelajaran dan lain sebagainya. Jadi, alangkah baiknya perangkat pengajaran itu berdasarkan cara belajar siswanya. Bisa jadi, siswa disuruh menuliskan cara pengajaran yang diinginkan karena tugas mengajar adalah caranya menyampaikan ilmu, cara menuntun atau among yang akan lebih menyentuh pada pendidikan karakternya yaitu pada tataran etika, juga perilaku yang tidak bisa terlepas pada karakter/ watak seseorang. Guru memahami watak/ karakter dari siswanya terlebih dahulu kemudian dapat mengetahui cara menyampaikan ilmu dengan mempertimbangkan pemikiran/ nalarnya siswa, yaitu perlu adanya cara menuntun dengan baik.

Nailul Fauzziyah (15120405)



Link tugas filsafat ke 4 :
1. 15120218 Ibnu Mas'ud Alfiyansyah https://ibnumasud97.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html
2. 15120007 Ismaul Amalia
https://ismaulamalia16.blogspot.com/2018/11/pada-tanggal-30-oktober-2018-mata.html
3. 15120212 Sukma Rudi Nugroho https://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/2018/11/nama-sukma-rudi-nugroho-kelas-7a-npm.html
4. 15120040 Nur Tri Atika
https://nurtriatika.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran-ki-hajar.html?m=1                                                                 5. Nuroh Difallah 15120497 https://nurohdifallah15120497.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html
6. Dewi Krisdiyanti 15120285
https://dewipendidkan.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran-ditulis-oleh.html?m=1
7. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
8. Febydwiangrainy. 15120029 . https://febydwiangrainy.blogspot.com
9. Mahmudi 15120018
https://mahmdudi018.blogspot.com
10.Abdul Ghofar 15120024
https://ghofar76.blogspot.com/?m=1
11 Nailul Fauzziyah (15120405) https://nailulfauzziyah7.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html
12 Devi Endah Prastiwi 15120441
https://deviendahprastiwi.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html                          13. Fadila Nurfi Ardina 15120322   https://falidafurni.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html
14. Martiya zulfa risty (15120039)
https://martiyazulfaristy.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html?m=1
15. Anisa Rona Soraya 15120447 http://anisaronasoraya3.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html?m=1
16. Neneng Zuliasih 15120016 https://flsftpnddkn.blogspot.com/2018/11/pendidikan.html?m=1
17. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450 https://meiyanilutfilk.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html?m=1
18. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran-nama-dyah.html
19. Eko nur fatoni (15120020)
http://fatoniekonur.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html?m=1
20. 15120334 Ahmad Haris Hidayat https://filsafatpendidikan15120334.blogspot.com/2018/11/pemaksimalan-pemikiran.html
21. Hadiah hana putri 15120481http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
22. Susilo bayu https://susilobayumustofa.blogspot.com/2018/11/mendidik-anak-sejatinya-menemani-bukan.html?m=1
23. Lina Muntasiroh
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2448198547003412197#editor/target=post;postID=5356334496611114008;onPublishedMenu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=postname
24. 15120008 Khafidzoh Asfihani
asfihani96.wordpress.com/2018/11/02/pendidikan-dan-pengajaran/
25. Intan Nur Fatikha Mulya 15120033
http://filsafatpendidikanintan.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html
26. Riskha Khoirul Ulya 15120219 https://riskaaakhoirululya.wordpress.com/2018/11/01/pendidikan-dan-pengajaran/
27.15120023 Bayu Saputro
http://bayusaputro1st.blogspot.com/2018/11/pendidikan-dan-pengajaran.html?m=1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merubah Pola Pikir Dan Manusia Paripurna

Cara merubah p ola pikir, pola pikir disini mengandung banyak kemungkinan pola pikir, karena setiap individu pastinya mempunyai pola pikir yang ingin dirubah sesuai dengan tujuan pola pikir untuk memperbaiki pola pikirnya. M isalnya dengan cara bersemangat dalam beragama akan tetapi masih minimnya pengetahuan tentang agama yang dimiliki. Contoh nyata melakukan sholat di dalam ke n daraan (kereta api) menghadap kiblat itu merupakan perkara yang wajib dan harus ada niat, kiblat yang benar yaitu menghadap ka’bah. Akan tetapi sholat didalam kereta api itu mempunyai arah yang kurang konsisten dikarenakan saat kereta api berjalan itu rute jal a nnya terkadang belok tidak selalu lurus menghadap kiblat. Merubah pola pik i r caranya adalah dengan cara dicari terus menerus seperti pada makna surat Al- Fatihah ayat ke - 6 yang harus senantiasa dibaca saat sholat dengan arti “ Tunjukkanlah kami jalan yang lurus ” , dan ayat...

FILSAFAT

Filsafat Filsafat itu artinya “berpikir”. Hubungannya apa filsafat dengan manusia? Jelas sekali berhubungan dikarenakan makhluk Tuhan  yang diciptakan paling sempurna ialah manusia, manusia dikaruniai fikiran. Manusia mempunyai 3 unsur misterius yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Yaitu akal, hati, dan juga hasrat. Berbeda dengan malaikat. Malaikat hanya memiliki akal tapi tidak memiliki hasrat sedangkan hewan hanya memiliki hasrat tidak memiliki akal. Akal merupakan salah satu unsur yang dimiliki manusia. Apa itu Akal? Akal merupakan peralatan rohaniah manusia yang berguna untuk menganalisis suatu hal sehingga dapat memilih antara perkara yang baik dan tidak baik. Dengan akal kita dapat mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Manusia menggunakan akal dalam melakukan apapun. Makan, minum, tidur, dan belajar. Akal sangatlah penting untuk kelangsungan hidup manusia karena dengan akal kita dapat berfikir dan dapat memecahkan/ mencari solusi untuk setiap pers...