Langsung ke konten utama

Manusia Pribadi Yang Dapat Mengatur Diri Sendiri



            Kembali me-review pada pengertian kemerdekaan dari Ki Hajar Dewantara, terdapat 3 poin penting kemerdekaan seseorang yaitu: memahami potensi yang dimiliki/ mampu berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain dan yang terakhir yaitu dapat mengatur diri sendiri.
Pada reportase kali ini, akan membahas mengenai poin yang ketiga yaitu menjadi pribadi yang dapat mengatur diri sendiri. Apakah yang dimaksud dapat mengatur dirinya sendiri? Maksudnya adalah manusia harus pandai-pandai dalam melihat atau memahami dirinya sendiri dan mengolah/ mengelola diri sendiri. Sejatinya manusia merupakan makhluk yang bisa mengatur tetapi tidak bisa teratur, penjelasan dari tetapi tidak bisa teratur yaitu manusia yang belum bisa diatur/ belum bisa beraturan. Karena dalam realita manusia seringnya mudah mengatur orang lain tetapi tidak bisa diatur.
Manusia diciptakan Allah SWT dengan alasan supaya Allah SWT dapat dikenali, kemudian menusia itu dipinjami asma-asma Allah SWT, misalnya Allah SWT mempunyai sifat Penyayang sehingga sama halnya manusia dipinjami sifat penyayang tetapi sifat penyayang manusia tidak dapat menjangkau sifat Penyayang-Nya Allah, begitupun dengan sifat-sifat yang lainnya. Contohnya Allah SWT mempunyai sifat Maha Pemaaf, dengan ikhlas mudah  memaafkan manusia yang mempunyai banyak kesalahan (dosa baik besar maupun kecil) dengan syarat manusia bertaubat dan bersungguh-sungguh memperbaiki kesalahan dan menjauhi larangan-Nya, sedangkan manusia juga mempunyai sifat pemaaf, tetapi sifat pemaafnya tidak sama dengan sifat Pemaaf-Nya, terkadang sesama manusia saja susah memaafkan dengan ikhlas kesalahan dari orang lain walaupun yang diucapkan dilisan sudah memafkan.
IlmuNya Allah itu Ilmullah, merupakan ilmu yang melahirkan/ menciptakan realitas (jagad raya dan seisinya) kemudian dipelajari manusia dan menjadi ilmu lagi dengan taraf/ pemahaman ilmunya manusia, misalnya saja ilmu fisika. Ilmu fisika itu sendiri merupakan ilmu yang berasal dari alam, manusia hanya mampu mengetahui, mempelajari/ menemukan gejala dan informasinya berasal dari alam (yang sudah tercipta). Itu yang menyebabkan manusia itu sebagai titahnya Allah SWT.
Selama ini pendidikan karakter hanya mengolah/ mengelola karakter baik pada diri sendiri maupun orang lain, formalisme menurut Ki Hajar Dewantara yaitu wujud kesadaran diri sebagai manusia yang benar-benar manusia, alasannya secara sederhana manusia itu sebagai titah Tuhan artinya manusia sebagai jagadnya/ porosnya bumi. Titah yang dimaksud adalah sebagai Kholifah. Kholifah yaitu yang bertugas memakmurkan bumi, maka dari itu hendaknya sebagai manusia, makhluk dengan sebaik-baik ciptaan-Nya dengan dikaruniai akal fikiran dan sifat-sifat Allah SWT, harusnya berperilaku sebagai manusia yang sadar diri mampu mengatur diri sendiri terlebih dahulu dengan baik. 
Mampu mengatur diri sendiri misalnya mengatur pola  ibadah, pola tidur, pola makan,  dan pola-pola lainnya yang berdampak positif bagi tubuh setiap individu. Alangkah lebih baiknya dapat mengatur pola-pola tersebut secara teratur setiap harinya. Pola ibadah seperti sholat 5 waktu dan menjalankan sunnahnya, pola tidur seperti dalam  ilmu kesehatan minimal tidur 8 jam sehari dan pola makan yang teratur seperti makan sehari 3 kali untuk menjaga kesehatan tubuh (organ pencernaannya), mengkonsumsi makanan yang sehat seperti rempah-rempah, sayuran dan lain sebagainya. Disini yang dimaksud rempah-rempah baik untuk tubuh memang benar adanya, kita misalkan saja jika sehari makan sudah 3 kali dengan contoh makan malam nya kita memakan nasi goreng yang dibuat dari rempah-rempah, maka secara otomatis keesokan harinya perut akan sakit (mules) dan akan buang air besar. Hal itu merupakan pertanda bahwa efek samping dari pola makan yang teratur akan membuat reaksi baik bagi tubuh dalam mengkonsumsi makanan yang sehat/rempah-rempah bahan yang berasal dari alam. 
Terkadang kita mampu memahami dengan baik pola-pola keseharian orang lain dibanding pola-pola pada diri sendiri.  Misalnya saja jika kita berteman (satu kos dan satu kamar) maka akan sedikit hafal pola-pola kesehariannya dengan baik. hafal jam bangun tidurnya, kebiasaan jam tidur malamnya, kebiasaan makan dan kebiasan-kebiasaan yang lainnya. Namun terkadang kita menjadi ikut dengan kebiasaan orang lain tersebut, padahal diri kita sudah mempunyai kebiasaan pola sendiri. Oleh karena itu seharusnya kita mampu dan konsisten dalam mengatur kebiasaan baik diri sendiri karena yang mampu memahami perkara baik buruknya aturan dalam hidup kita adalah pribadi diri itu sendiri.
Sekian reportase dari saya, jika banyak kesalahan dalam menyusun kata dan merangkai pokok pikiran bahasan, mohon di maklumi dan dimaafkan karena masih dalam tahap belajar. Terimakasih

Nailul Fauzziyah (15120405)

1. Ismaul Amalia (15120007)
https://ismaulamalia16.blogspot.com/2018/10/filsafat-161018.html
2.Devi Endah Prastiwi 15120441
https://deviendahprastiwi.blogspot.com/2018/10/mengatur-diri-sendiri.html
3. Nur tri atika (15120040)
https://nurtriatika.blogspot.com/2018/10/mengatur-dirinya-sendiri.html?m=1
4. Meiyani Lutfil Khoiriyah 15120450 https://meiyanilutfilk.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-atau-mengolah-diri.html
5. Martiya Zulfa Risty (15120039)
https://martiyazulfaristy.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan.html?m=1
6. Anisa Rona Soraya 15120447 http://anisaronasoraya3.blogspot.com/2018/10/nama-anisa-rona-soraya-npm-15120447.html?m=1
7. Dewi Krisdiyanti
https://dewipendidkan.blogspot.com/2018/10/mengatur-diri-sendiri-pada-bab-minggu.html
8. Nailul Fauzziyah (15120405) https://nailulfauzziyah7.blogspot.com/2018/10/manusia-pribadi-yang-dapat-mengatur.html
9. Dyah Saraswati (15120364) http://dyah15.blogspot.com/?m=1
10. Atik Budiarti 15120010 https://atikbudiarti31.blogspot.com/?m=1
11. Ibnu Mas'ud (15120218)
https://ibnumasud97.blogspot.com/2018/10/pendidikan-karakter.htmlhtml
12.Fadila Nurfi A (15120322)
https://falidafurni.blogspot.com/2018/10/pengelolaan-diri_17.html?m=1
13. Khafidzoh Asfihani 15120008
https://asfihani96.wordpress.com/2018/10/19/mengatur-diri-sendiri/
14. Susilo bayu. https://susilobayumustofa.blogspot.com/2018/10/mengenali-diri-sejatinya-manusia-bisa.html?m=1
15. Sukma Rudi Nugroho https://filsafatpendidikansukmarudi.blogspot.com/2018/10/nama-sukma-rudi-nugroho-kelas-7a-npm.html
16. Intan Nur Fatikha Mulya. https://filsafatpendidikanintan.blogspot.com/2018/10/mengelola-diri-sendiri.html
17.febydwiangrainy. https://febydwiangrainy.blogspot.com/2018/10/filsafat-pendidikan_18.html?m=1
18. Hadiah hana putri 15120471 http://15120481hana.blogspot.com/?m=1
19. Riskha Khoirul Ulya 15120219 https://riskaaakhoirululya.wordpress.com/2018/10/19/mengatur-diri-sendiri/               20. Dhimas Oeka Aji W 15120013 https://dhimaswicaksana12jr.blogspot.com/2018/10/diri-sendiri.html
21. Neneng Zuliasih 15120016 http://flsftpnddknnasional.blogspot.com/2018/10/diri-sendiri.html
 22. https://nurohdifallah15120497.blogspot.com/2018/10/pembelajaran-mata-kuliah-filsafat.html
23. https://leemount.blogspot.com/2018/10/aku-dan-keakuanku.html?m=1
24. Ahmad Haris Hidayat 15120334 https://filsafatpendidikan15120334.blogspot.com/2018/10/mengenal-diri.html
25. Eko nur fatoni/15120020. http://fatoniekonur.blogspot.com/2018/10/mengenal-diri.html?m=1#more


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merubah Pola Pikir Dan Manusia Paripurna

Cara merubah p ola pikir, pola pikir disini mengandung banyak kemungkinan pola pikir, karena setiap individu pastinya mempunyai pola pikir yang ingin dirubah sesuai dengan tujuan pola pikir untuk memperbaiki pola pikirnya. M isalnya dengan cara bersemangat dalam beragama akan tetapi masih minimnya pengetahuan tentang agama yang dimiliki. Contoh nyata melakukan sholat di dalam ke n daraan (kereta api) menghadap kiblat itu merupakan perkara yang wajib dan harus ada niat, kiblat yang benar yaitu menghadap ka’bah. Akan tetapi sholat didalam kereta api itu mempunyai arah yang kurang konsisten dikarenakan saat kereta api berjalan itu rute jal a nnya terkadang belok tidak selalu lurus menghadap kiblat. Merubah pola pik i r caranya adalah dengan cara dicari terus menerus seperti pada makna surat Al- Fatihah ayat ke - 6 yang harus senantiasa dibaca saat sholat dengan arti “ Tunjukkanlah kami jalan yang lurus ” , dan ayat...

FILSAFAT

Filsafat Filsafat itu artinya “berpikir”. Hubungannya apa filsafat dengan manusia? Jelas sekali berhubungan dikarenakan makhluk Tuhan  yang diciptakan paling sempurna ialah manusia, manusia dikaruniai fikiran. Manusia mempunyai 3 unsur misterius yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Yaitu akal, hati, dan juga hasrat. Berbeda dengan malaikat. Malaikat hanya memiliki akal tapi tidak memiliki hasrat sedangkan hewan hanya memiliki hasrat tidak memiliki akal. Akal merupakan salah satu unsur yang dimiliki manusia. Apa itu Akal? Akal merupakan peralatan rohaniah manusia yang berguna untuk menganalisis suatu hal sehingga dapat memilih antara perkara yang baik dan tidak baik. Dengan akal kita dapat mengerjakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya. Manusia menggunakan akal dalam melakukan apapun. Makan, minum, tidur, dan belajar. Akal sangatlah penting untuk kelangsungan hidup manusia karena dengan akal kita dapat berfikir dan dapat memecahkan/ mencari solusi untuk setiap pers...